Baseball Grip Michael Thorbjornsen: Rahasia Genggaman Sederhana yang Menghasilkan Power Besar

Pegolf muda Amerika Michael Thorbjornsen kembali menjadi sorotan setelah performa impresifnya di PGA Tour, termasuk meraih kemenangan perdana di Rocket Classic 2026. Selain dikenal sebagai salah satu pemukul terjauh di tour, Thorbjornsen juga menarik perhatian karena menggunakan baseball grip atau ten-finger grip, teknik menggenggam stik golf yang relatif jarang digunakan di level profesional.
Berdasarkan wawancara resmi PGA Tour, salah satu pernyataan Michael yang dapat digunakan adalah:
"We're sticking with the ten-finger baseball grip, whatever you want to call it. I've been doing it my whole life."
Apa Itu Baseball Grip?
Baseball grip, yang juga dikenal sebagai ten-finger grip, adalah cara menggenggam klub di mana seluruh jari kedua tangan menempel pada grip tanpa saling mengunci (interlock) maupun saling menumpuk (overlap). Posisi ini menyerupai cara seseorang memegang tongkat bisbol, sehingga disebut baseball grip.
Sebagian besar pegolf profesional menggunakan interlocking grip atau overlapping grip, sehingga pilihan Thorbjornsen menjadi sesuatu yang cukup unik di PGA Tour.
Mengapa Michael Thorbjornsen Memilih Baseball Grip?
Bagi Thorbjornsen, baseball grip memberikan beberapa keuntungan yang sesuai dengan karakter permainannya.
1. Menghasilkan Kecepatan Clubhead Lebih Tinggi
Dengan seluruh jari mencengkeram grip, tenaga dari kedua tangan dapat tersalurkan secara maksimal. Hal ini membantu menciptakan kecepatan ayunan tinggi yang menjadi ciri khas permainan Thorbjornsen.
2. Memberikan Rasa Nyaman
Grip ini memungkinkan kedua tangan bekerja lebih alami tanpa tekanan pada jari kelingking atau telunjuk seperti pada interlock maupun overlap.
3. Memaksimalkan Power
Sebagai salah satu long hitter di PGA Tour, Thorbjornsen mampu memanfaatkan baseball grip untuk menghasilkan pukulan yang panjang sekaligus tetap stabil saat melakukan full swing.
Apakah Baseball Grip Cocok untuk Semua Pegolf?
Tidak selalu. Baseball grip umumnya direkomendasikan bagi:
- Pemula yang baru belajar golf.
- Junior golfer.
- Pegolf dengan ukuran tangan kecil.
- Pegolf yang memiliki keterbatasan fleksibilitas atau nyeri pada jari.
Sementara itu, pegolf dengan handicap rendah biasanya memilih interlocking atau overlapping grip karena dinilai memberikan kontrol lebih baik terhadap arah pukulan. Meski begitu, Thorbjornsen membuktikan bahwa baseball grip tetap bisa bersaing di level tertinggi apabila dipadukan dengan teknik swing yang konsisten.
Bukti Bahwa Tidak Ada Grip yang "Paling Benar"
Keberhasilan Michael Thorbjornsen menunjukkan bahwa tidak ada satu jenis grip yang wajib digunakan semua pegolf. Yang terpenting adalah menemukan grip yang memberikan kombinasi terbaik antara kenyamanan, kontrol, dan konsistensi.
Dengan baseball grip, Thorbjornsen mampu mempertahankan kecepatan ayunan tinggi, menghasilkan pukulan jauh, dan bersaing melawan para pegolf terbaik dunia. Kemenangan perdananya di PGA Tour semakin memperkuat bahwa teknik yang terasa paling alami bagi seorang pemain sering kali menjadi pilihan terbaik.

